BAHAYA PAHA & SAYAP AYAM POTONG BAGI PRIA

Peringatan bagi para pria yang menyukai makanan cepat saji berbahan ayam, terutama bagian paha dan sayap. Pengaruh bagian tubuh ayam tersebut terhadap perilaku para konsumen pria ialah adanya kecenderungan mereka (para pria) akan lebih bersifat feminin. Kecenderungan tersebut terjadi karena dua bagian tubuh ayam potong itu mengandung hormon kewanitaan (insulin X). Hormon kewanitaan tersebut disuntikkan ke dalam tubuh ayam melalu paha atau bagian sayap untuk memacu pertumbuhan. Karena itu, hormon tersebut banyak menumpuk di bagian itu. Jika dikonsumsi manusia, dalam hal ini para pria, hormon tadi akan ikut masuk dan menumpuk di dalam tubuh. Lama kelamaan, kelebihan hormon kewanitaan di dalam tubuh akan mengakibatkan pria berubah karakter menjadi feminin seperti wanita alias banci. Kasus seperti itu semakin jelas terlihat di kota-kota besar seperti Jakarta. Banyak pria berperangai seperti wanita. Ada pula yang berlagak layaknya pria tulen, tetapi memiliki kecenderungan mencintai sesama jenis alias gay. Konon, mereka berasal dari keluarga berada yang sejak kecil sering diajak makan di restoran-restoran cepat saji, khususnya yang menawarkan daging ayam potong dalam aneka olahan dan rasa. Tentu ini menjadi sebuah pelajaran dan peringatan untuk para orang tua. Jikalau harus mengonsumsi daging ayam potong, hendaknya porsinya harus pas, tidak berlebihan, dan tidak terlalu sering. Warga Amerika, Inggris, dan Australia sudah paham betul akan hal tersebut. Karena itu, banyak pria disana yang menolak mengonsumsi paha atau sayap ayam cepat saji. Negara-negara maju yang banyak memproduksi ayam potong hasil suntikan tersebut cenderung mengekspor bagian paha dan sayap ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Sumber: Jawa Pos, 11 Januari 2009.

About ayamherbal

Belakangan ini kita makin sadar bahwa hidup sehat itu penting. Agar kita tetap sehat kita perlu memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Sebisa mungkin berbagai makanan tersebut tidak mengandung bahan-bahan kimia sintetik yang apabila terakumulasi dalam tubuh kita akan berbahaya bagi kesehatan. Termasuk diantaranya dalam mengkonsumsi ayam. Fenomena yang ada sekarang terhadap ayam broiler sering kita jumpai adanya penambahan berbagai antibiotik, vaksin, hormon pemacu pertumbuhan dan juga bahan-bahan kimia ataupun vitamin sintetis lainnya. Dalam rangka mengurangi pemakaian bahan-bahan tersebut, kami telah mengadakan riset sebelumnya terhadap manfaat berbagai herbal seperti habbatussauda (jintan hitam), madu, sari kurma dan berbagai ekstrak tanaman lainnya terhadap ayam broiler. Sebagian herbal diantaranya habbatussauda, madu dan sari kurma memang telah diketahui memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan manusia. Hasil yang kami peroleh untuk pakan tambahan herbal ini jika diaplikasikan ke ayam broiler akan menghasilkan daging ayam yang lebih gurih dibanding ayam broiler biasa dan juga tidak amis, rendah lemak serta tekstur dagingnya yang lebih padat dan berwarna merah segar. Ayam Herbal Organik dibudidayakan oleh masyarakat di daerah bogor dengan lingkungan yang masih alamiah di pelihara dengan pengawasan yang ketat oleh tenaga ahli mulai dari pemilihan anak ayam/DOC (day old chicken) , pakan serta ramuan herbal yang diracik khusus untuk dikonsumsi oleh Ayam, sehingga menyebabkan daya tahan tubuh ayam lebih baik dibanding ayam biasa, tidak mudah terserang penyakit, lebih tahan terhadap stress juga bau kotoran ayam yang tidak menyengat seperti biasanya. Dipanen dengan umur serta berat yang cukup, proses penyembelihan sesuai dengan syar’i dipacking dan di bekukan dalam keadaan bersih dan segar/fresh oleh karena itu dalam keadaan beku dapat bertahan lebih dari 6 bulan dari tanggal penyembelian. Sebagian Testimoni dari pelanggan: ”Kebiasaan saya kalau mengolah ayam mentah selalu saya buang lemak-lemaknya, tapi saya temukan di ayam herbal ini lemaknya sedikit sekali..” (Ibu Widji – Guru, Cipayung, Depok) AYAM HERBAL ORGANIK Belakangan ini kita makin sadar bahwa hidup sehat itu penting. Agar kita tetap sehat kita perlu memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Sebisa mungkin berbagai makanan tersebut tidak mengandung bahan-bahan kimia sintetik yang apabila terakumulasi dalam tubuh kita akan berbahaya bagi kesehatan. Termasuk diantaranya dalam mengkonsumsi ayam. Fenomena yang ada sekarang terhadap ayam broiler sering kita jumpai adanya penambahan berbagai antibiotik, vaksin, hormon pemacu pertumbuhan dan juga bahan-bahan kimia ataupun vitamin sintetis lainnya. Dalam rangka mengurangi pemakaian bahan-bahan tersebut, kami telah mengadakan riset sebelumnya terhadap manfaat berbagai herbal seperti habbatussauda (jintan hitam), madu, sari kurma dan berbagai ekstrak tanaman lainnya terhadap ayam broiler. Sebagian herbal diantaranya habbatussauda, madu dan sari kurma memang telah diketahui memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan manusia. Hasil yang kami peroleh untuk pakan tambahan herbal ini jika diaplikasikan ke ayam broiler akan menghasilkan daging ayam yang lebih gurih dibanding ayam broiler biasa dan juga tidak amis, rendah lemak serta tekstur dagingnya yang lebih padat dan berwarna merah segar. Ayam Herbal Organik dibudidayakan oleh masyarakat di daerah bogor dengan lingkungan yang masih alamiah di pelihara dengan pengawasan yang ketat oleh tenaga ahli mulai dari pemilihan anak ayam/DOC (day old chicken) , pakan serta ramuan herbal yang diracik khusus untuk dikonsumsi oleh Ayam, sehingga menyebabkan daya tahan tubuh ayam lebih baik dibanding ayam biasa, tidak mudah terserang penyakit, lebih tahan terhadap stress juga bau kotoran ayam yang tidak menyengat seperti biasanya. Dipanen dengan umur serta berat yang cukup, proses penyembelihan sesuai dengan syar’i dipacking dan di bekukan dalam keadaan bersih dan segar/fresh oleh karena itu dalam keadaan beku dapat bertahan lebih dari 6 bulan dari tanggal penyembelian. Sebagian Testimoni dari pelanggan: ”Kebiasaan saya kalau mengolah ayam mentah selalu saya buang lemak-lemaknya, tapi saya temukan di ayam herbal ini lemaknya sedikit sekali..” (Ibu Widji – Guru, Cipayung, Depok) AYAM HERBAL ORGANIK Belakangan ini kita makin sadar bahwa hidup sehat itu penting. Agar kita tetap sehat kita perlu memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Sebisa mungkin berbagai makanan tersebut tidak mengandung bahan-bahan kimia sintetik yang apabila terakumulasi dalam tubuh kita akan berbahaya bagi kesehatan. Termasuk diantaranya dalam mengkonsumsi ayam. Fenomena yang ada sekarang terhadap ayam broiler sering kita jumpai adanya penambahan berbagai antibiotik, vaksin, hormon pemacu pertumbuhan dan juga bahan-bahan kimia ataupun vitamin sintetis lainnya. Dalam rangka mengurangi pemakaian bahan-bahan tersebut, kami telah mengadakan riset sebelumnya terhadap manfaat berbagai herbal seperti habbatussauda (jintan hitam), madu, sari kurma dan berbagai ekstrak tanaman lainnya terhadap ayam broiler. Sebagian herbal diantaranya habbatussauda, madu dan sari kurma memang telah diketahui memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan manusia. Hasil yang kami peroleh untuk pakan tambahan herbal ini jika diaplikasikan ke ayam broiler akan menghasilkan daging ayam yang lebih gurih dibanding ayam broiler biasa dan juga tidak amis, rendah lemak serta tekstur dagingnya yang lebih padat dan berwarna merah segar. Ayam Herbal Organik dibudidayakan oleh masyarakat di daerah bogor dengan lingkungan yang masih alamiah di pelihara dengan pengawasan yang ketat oleh tenaga ahli mulai dari pemilihan anak ayam/DOC (day old chicken) , pakan serta ramuan herbal yang diracik khusus untuk dikonsumsi oleh Ayam, sehingga menyebabkan daya tahan tubuh ayam lebih baik dibanding ayam biasa, tidak mudah terserang penyakit, lebih tahan terhadap stress juga bau kotoran ayam yang tidak menyengat seperti biasanya. Dipanen dengan umur serta berat yang cukup, proses penyembelihan sesuai dengan syar’i dipacking dan di bekukan dalam keadaan bersih dan segar/fresh oleh karena itu dalam keadaan beku dapat bertahan lebih dari 6 bulan dari tanggal penyembelian. Sebagian Testimoni dari pelanggan: ”Kebiasaan saya kalau mengolah ayam mentah selalu saya buang lemak-lemaknya, tapi saya temukan di ayam herbal ini lemaknya sedikit sekali..” (Ibu Widji – Guru, Cipayung, Depok) ”Biasanya sehabis mengolah ayam mentah, tangan saya berbau amis. Tapi untuk ayam herbal ini tidak ada bau amisnya sedikitpun, setelah dimasak rasa dagingnya pun lebih gurih dibanding ayam biasa..” (Ibu Niken – Ibu Rumah Tangga, Cimanggis, Depok) ”Ayam herbal ini tekstur dagingnya padat kayak ayam kampung dan juga kering, jadi begitu dimasak tidak menyusut seperti ayam broiler biasa, rasanya juga lebih gurih.. uenaak tenaaan..” (Ibu Elvie – Ibu Rumah Tangga, Karawaci, Tangerang)

Posted on June 15, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: