Monthly Archives: June 2011

MENCERMATI RAGAM AYAM POTONG

Orang sering kali menggolongkan ayam potong menjadi dua, ayam broiler dan ayam kampung. Padahal, di pasaran banyak jenis ayam potong yang ditawarkan. Di antara jenis-jenis itu ada yang berpenampilan mirip, padahal berbeda. Kalau tidak jeli, bisa-bisa salah pilih.

Kalau saja termasuk penggemar belanja di pasar swalayan, Anda tentu akan melihat semakin ramainya jenis ayam potong yang ditawarkan. Semula yang ditawarkan ayam ras, belakangan ayam kampung pun ikut serta hadir di pasar ber-AC ini. Bahkan jangan terkejut, bila tampil pula daging ayam yang hitam legam.

Ayam potong tadi memiliki keragaman usia. Ada yang umurnya cuma 45 hari, ada pula yang sudah lansia dengan umur sampai 720 hari. Namun, jangan kaget bila bobotnya sama saja.

Nah, supaya tidak salah pilih ada baiknya mengenali dulu jenis ayam potong yang ditawarkan. Masing-masing, tentu saja, memiliki ciri-ciri, keunggulan, dan kegunaan berbeda.

Penghuni “hotel berbintang”
Di antara berbagai jenis ayam potong ayam broiler memang paling populer. Sesuai sebutannya, broiler, ayam ini khusus untuk dipanggang. Yang terjadi kemudian, jenis ayam potong ini sering juga digoreng atau malah disop. Padahal, cara memasak itu kurang tepat. Kalau disop misalnya, aroma lemaknya yang sangat keras mengalahkan aroma bumbunya. Terkadang bau ini tidak menyenangkan.

Broiler selalu ditawarkan dalam bentuk karkas, yakni ayam yang telah disembelih dan dibului, tanpa kaki, leher, kepala dan jeroan. Dia tidak pernah ditawarkan dalam bentuk hidup. Soalnya, jenis ini termasuk ayam yang mudah loyo dan mati.

Ayam broiler merupakan hasil rekayasa genetika dengan cara menyilangkan sanak saudara. Mula-mula sekelompok ayam dalam satu keluarga dikawinkan. Keturunannya dipilih yang tumbuh cepat. Di antara mereka disilangkan kembali. Keturunannya diseleksi lagi yang cepat tumbuh dan dikawinkan sesamanya. Demikian seterusnya hingga diperoleh ayam yang paling cepat tumbuh yang disebut broiler tadi. Ayam ini mampu membentuk 1 kg daging atau lebih cuma dalam tempo 30 hari.

Biasanya ayam broiler dipanen setelah umurnya mencapai 45 hari. Bobot badan ayam seusia itu 1,5 – 2,5 kg. Bandingkan dengan ayam kampung yang pada umur sama bobotnya cuma 200 g. Si cepat tumbuh ini tak pernah dipelihara lebih dari 60 hari. Pasalnya, setelah itu dia sudah tak efisien lagi membentuk daging. Kalau diteruskan, keuntungan peternaknya malah turun.

Karena masih muda, dagingnya sangat empuk. Bahkan, tulang-tulangnya pun mudah hancur bila digigit.

Selama dipelihara, dia dilayani bak tamu hotel berbintang lima. Pakan dan minumnya dikirim langsung ke kamar yang berisi ratusan ekor. Sementara, dia cuma makan tidur-makan tidur. Dengan cara begitu, dia bisa tumbuh secara efisien karena pakannya sebagian besar untuk membentuk daging dan sedikit sekali digunakan untuk bergerak.

Jadi, tidak benar anggapan broiler digemukkan secara paksa dengan memberinya hormon atau zat perangsang. Yang perlu diwaspadai justru kemungkinan adanya residu antibiotik dalam daging broiler. Ayam macam begini biasanya dihasilkan peternak nakal atau tak mau tahu, yang memberinya antibiotik berlebihan dan tidak dihentikan beberapa hari sebelum dipanen.

Seharusnya, antibiotik boleh diberikan dalam jumlah terbatas untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah penyakit. Untuk menghindari mendapatkan daging broiler beresidu antibiotik, perlu dipertimbangkan untuk berbelanja di pasar swalayan yang dapat menjamin produknya tidak tercemar.

Ayam kampung naik gengsi
Kekhawatiran orang akan adanya residu antibiotik, hormon, atau bahan kimia dalam tubuh ayam broiler tercermin dari semakin menurunnya konsumsi daging broiler per kapita di seluruh dunia. Sebaliknya, popularitas ayam kampung atau buras (bukan ras) jadi meningkat. Pasalnya, jenis ayam kampung dipercaya dipelihara secara alami. Ini tentu cocok bagi mereka yang ingin bergaya hidup alami dengan mengkonsumsi bahan pangan alami.

Ayam kampung ini pun berhasil menerobos monopoli broiler di pasar swalayan. Kemasannya dibuat sama cantiknya dengan kemasan broiler. Bedanya, karkas ayam buras terlihat lebih kurus, dagingnya lebih tipis, dan bobotnya kurang dari 1 kg. Penawaran karkas ayam buras juga dilengkapi dengan leher, kepala, dan kakinya. Kadang-kadang juga disertakan jeroannya. Gara-gara perbedaan cara penawaran ini, dugaan orang akan adanya kandungan hormon, yang membuat orang mandul, pada kepala broiler semakin kuat. Padahal itu tidak benar. Penawaran karkas broiler tanpa kepala sebenarnya menyesuaikan dengan standar internasional, karena kebanyakan orang modern enggan makan kepala ayam. Apalagi, jeroan atau cekernya. Sementara, penawaran karkas ayam kampung disesuaikan dengan selera orang Indonesia yang kebanyakan gemar makan kepala dan kaki ayam.

Sayangnya, ayam kampung ditawarkan dengan harga lebih mahal ketimbang ayam broiler, meskipun biaya pemeliharaannya tak semahal ayam broiler. Ini gara-gara dulunya, saat ayam broiler belum ngepop, makan ayam merupakan gaya hidup orang kaya (terutama) di daerah urban. Sedangkan untuk membawa unggas pribumi penghasil daging ini dari desa ke kota bukanlah pekerjaan gampang. Risiko kematian atau sakit di perjalanan cukup besar. Untuk menanggung risiko akibat mati atau sakit itu, harga jualnya jadi mahal. Ini berlangsung terus hingga sekarang.

Ayam buras yang digemari umumnya berumur 4 – 6 bulan dengan bobot karkas 0,7 – 1 kg. Pada umur itu dagingnya masih lunak dan tulangnya manis. Aromanya tidak merangsang dan rasanya sangat gurih. Ayam ini cocok untuk segala macam masakan, baik untuk digoreng, disop atau digulai.

Di antara ayam buras, ada satu jenis ayam buras yang “aneh”. Ayam Cemani namanya. Namun, penjualan karkas ayam ini masih sangat sedikit. Tak semua pasar swalayan menyediakannya. Ini lantaran, daging ayam Cemani masih belum biasa dihidangkan sebagai lauk. Seorang petugas pasar swalayan terkemuka menjelaskan, penjualan daging ayam Cemani semata-mata untuk tujuan pengobatan asma. Soal kebenaran khasiat tersebut, masih perlu penelitian.

Ayam ini memiliki ciri warna serba hitam. Dari bulu, kulit, kaki, dan daging. Bahkan, darahnya pun berwarna hitam. Karena itulah, ayam ini dianggap banyak orang mengandung mistik.

Ayam potong yang petelur
Ayam potong lainnya yang cukup umum dipasarkan dan nomor tiga terkenal setelah broiler dan buras adalah ayam petelur apkir. Kelompok ayam ras ini semula mengabdi kepada manusia sebagai penghasil telur yang biasa diceplok mata sapi atau didadar. Setelah 12 – 18 bulan menjalankan tugas dan produktivitasnya mulai menurun, mereka memasuki masa purnabakti. Pada masa pensiun itu mereka dikaryakan lagi oleh peternaknya sebagai ayam potong. Akhirnya, setelah masuk ke markas besar penjagal ayam, predikat mereka menjadi purnawirawati dan jasad mereka jadi hidangan meja makan.

Bentuk badan ayam kelompok ini segi tiga. Bagian perutnya besar dan penuh lemak. Kulit dan kakinya kuning. Warna ini menandakan dagingnya manis. Karenanya, pedagang yang pintar sering mewarnai karkas yang berwarna pucat atau putih dengan cairan kunyit atau pewarna makanan agar calon pembeli tertarik. Tapi rasa dagingnya tetap saja hambar.

Daging pensiunan ayam petelur ini mirip dengan ayam kampung berumur 4 bulan. Cukup liat. Namun, tak terlalu alot, karena meski tua selama hidup ayam ini selalu terkurung dalam kandang berukuran 60 x 30 cm, sehingga geraknya amat sedikit. Lemaknya beraroma cukup merangsang. Tulangnya keras dan kaya sumsum.

Karkas mantan petelur ini cocok untuk disop atau digoreng. Namun, kalau mau digoreng, sebaiknya direbus dulu supaya lebih empuk.

Tentu saja, pensiunan ayam petelur tadi berjenis kelamin betina. Dalam perjalanan hidupnya, ayam petelur biasanya dipilah-pilah antara yang jantan dan betina ketika baru menetas. Tentu saja yang betina dipilih untuk dipelihara menjadi petelur, sebelum akhirnya dikaryakan sebagai pedaging. Lalu, yang jantan? Di Indonesia umumnya ayam petelur jantan tetap dipelihara dan dipromosikan sebagai ayam potong yang bukan pedaging. Di luar negeri anak ayam petelur jantan dibunuh dan diolah menjadi tepung pakan ternak.

Ayam petelur jantan ini biasanya dipelihara hingga cukup besar, cukup untuk menghasilkan karkas 600 – 700 gr. Karkasnya memang tak semontok karkas broiler. Ia lebih mirip ayam buras. Apalagi kalau sudah digoreng atau dimasak dengan cara lain.

Sayangnya, pasar swalayan masih enggan menawarkan karkas petelur jantan, karena masih belum umum. Lagi pula harganya relatif murah. Yang biasa menginginkan karkas ini biasanya pengusaha restoran yang enggan membeli ayam buras lantaran mahal.

Nah, sekarang tinggal calon pembelinya saja yang mesti teliti sebelum membeli. (Dr. Ir. Yusmichad Yusdja)

BAHAYA PAHA & SAYAP AYAM POTONG BAGI PRIA

Peringatan bagi para pria yang menyukai makanan cepat saji berbahan ayam, terutama bagian paha dan sayap. Pengaruh bagian tubuh ayam tersebut terhadap perilaku para konsumen pria ialah adanya kecenderungan mereka (para pria) akan lebih bersifat feminin. Kecenderungan tersebut terjadi karena dua bagian tubuh ayam potong itu mengandung hormon kewanitaan (insulin X). Hormon kewanitaan tersebut disuntikkan ke dalam tubuh ayam melalu paha atau bagian sayap untuk memacu pertumbuhan. Karena itu, hormon tersebut banyak menumpuk di bagian itu. Jika dikonsumsi manusia, dalam hal ini para pria, hormon tadi akan ikut masuk dan menumpuk di dalam tubuh. Lama kelamaan, kelebihan hormon kewanitaan di dalam tubuh akan mengakibatkan pria berubah karakter menjadi feminin seperti wanita alias banci. Kasus seperti itu semakin jelas terlihat di kota-kota besar seperti Jakarta. Banyak pria berperangai seperti wanita. Ada pula yang berlagak layaknya pria tulen, tetapi memiliki kecenderungan mencintai sesama jenis alias gay. Konon, mereka berasal dari keluarga berada yang sejak kecil sering diajak makan di restoran-restoran cepat saji, khususnya yang menawarkan daging ayam potong dalam aneka olahan dan rasa. Tentu ini menjadi sebuah pelajaran dan peringatan untuk para orang tua. Jikalau harus mengonsumsi daging ayam potong, hendaknya porsinya harus pas, tidak berlebihan, dan tidak terlalu sering. Warga Amerika, Inggris, dan Australia sudah paham betul akan hal tersebut. Karena itu, banyak pria disana yang menolak mengonsumsi paha atau sayap ayam cepat saji. Negara-negara maju yang banyak memproduksi ayam potong hasil suntikan tersebut cenderung mengekspor bagian paha dan sayap ke negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Sumber: Jawa Pos, 11 Januari 2009.

Apa itu Probiotik

Akhir-akhir ini sering kita dengar istilah probiotik dalam beberapa produk pangan/minuman. Beberapa produsen bahkan menjadikan probiotik tersebut sebagai bahan promosi bagi produknya. Mahluk apa probiotik tersebut, bagaimana sepak terjangnya dan bagaimana status kehalalannya? Probiotik berasal dari bahasa Latin yang berarti “untuk kehidupan”; disebut juga “bakteri bersahabat”, “bakteri menguntungkan” , “bakteri baik”, atau ” bakteri sehat”. Apabila didefinisikan secara lengkap, probiotik adalah kultur tunggal atau campuran dari mikroorganisme hidup yang apabila diberikan ke manusia atau hewan akan berpengaruh baik, karena akan menekan pertumbuhan bakteri patogen/bakteri jahat yang ada di usus manusia/hewan. Probiotik yang mengandung Lactobacillus, Bifidobacterium, dan Acidophilus telah digunakan sejak berabad-abad tahun yang lalu untuk kesehatan manusia Meski begitu, belum diketahui bahan aktifnya dan bagaimana cara bekerjanya. Lactobacillus diidentifikasi pertama kali oleh Louis Pasteur di Perancis (1845 -1895). Penemuan fungsi probiotik yang pertama kali diperoleh seorang peneliti Rusia yang bernama Metchnikoff. Atas penemuannya itu, ia memenangkan hadiah Nobel. Teorinya dikenal dengan intoxication theory atau eternal youth theory, yang antara lain menyebut, mengkonsumsi yoghurt dapat mencegah penuaan. Lactobacillus merupakan bakteri yang habitatnya berasal dari membran mukosa dari hewan atau manusia, tanaman, limbah, dan makanan terfermentasi. Bifidobacteria pertama kali diisolasi dari feses atau kotoran bayi yang hanya minum air susu ibu (ASI). Terdapat banyak sekali dalam usus manusia atau hewan. Contohnya adalah Bifidobacterium longum, Bifidobacterium infantis, dan Bifidobacterium bifidum. Saccharomyces adalah satu-satunya probiotik dari golongan khamir. Sumbernya dari tanaman dan makanan terfermentasi. Contohnya adalah Saccharomyces boulardii dan Saccharomyces cerevisiae Hansen CBS 5296. Lactococcus dan Streptococcus bersumber dari susu terfermentasi/susu asam. Contohnya adalah Lactococcus lactis subspecies lactis NCDO 712, Lactococcus lactis, Steptococcus thermophilus, dan Streptococcus lactis. Enterococci bersumber dari usus manusia atau hewan (diisolasi dari feses). Contohnya adalah Enterococcus faecium SF68. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa manfaat probiotik dalam tubuh. Pertama adalah mencegah kanker yaitu dengan menghilangkan bahan prokarsinogen dari tubuh dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh. Kedua, dapat menghasilkan bahan aktif anti tumor. Ketiga, memproduksi berbagai vitamin yang mudah diserap ke dalam tubuh. Keempat, kemampuannya memproduksi asam laktat dan asam asetat di usus dapat menekan pertumbuhan bakteri E coli dan Clostridium perfringens penyebab radang usus dan menekan bakteri patogen lainnya, serta mengurangi penyerapan amonia dan amina. Bila bahan-bahan tersebut terserap dalam jumlah besar akan dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol dan kanker yang disebabkan nitrosamin. Kelima, Streptococcus thermophilus menunjukkan aktivitas anti tumor dan menghasilkan Superoxide Dismutase yang berfungsi sebagai antioksidan. Bagaimana cara memperoleh bakteri tersebut dari sumbernya? Caranya adalah dengan teknik pengenceran berseri (serial-dilution). Teknik ini digunakan jika mikroba dalam kultur campuran terdapat dalam jumlah lebih besar (dominan) dari pada mikroba lain. Dengan tingkat pengenceran tinggi (ratusan ribu kali), hasil isolasi pada akhirnya hanya mengandung 1 (satu) jenis mikroba murni. Bentuk produk probiotik terdapat 2 jenis, yaitu yang pertama sebagai bahan baku produk pangan disebut kultur probiotik, yakni bakteri tunggal atau kumpulan bakteri yang ditumbuhkan dalam media pertumbuhan yang sesuai. Kedua, sebagai produk pangan akhir, yakni menggunakan kultur probiotik sebagai salah satu ingredient-nya. Contohnya adalah yoghurt, kefir, dan susu formula. Waspadai potensi keharamannya
Hadirnya makanan probiotik ini memang sebuah anugerah bagi manusia. Tetapi jika proses pengolahannya tidak memperhatikan masalah kehalalan, maka makanan tersebut akan mendatangkan masalah bagi konsumen muslim. Dalam bentuk starter, biasanya probiotik tercampur dengan media pertumbuhannya. Menurut Fatwa MUI, media harus jelas kehalalannya. Media pertumbuhan yang sering digunakan adalah susu, gula susu/laktosa, susu skim, tween 80, trehalose, vitamin C, sumber N misalnya ekstrak yeast, dan lain-lain. Sumber media tersebut harus berasal dari bahan-bahan halal. Jika tercampur dengan yang haram, maka probiotik yang dihasilkan juga akan menjadi haram. Sumber isolasi probiotik juga perlu dikaji, apakah berasal dari bahan najis (kotoran bayi) atau tidak. Untungnya, bahan ini sudah diisolasi melalui tahapan pengenceran ratusan ribu kali sejak puluhan tahun yang lalu dan dilanjutkan dengan pemurnian berkali-kali. Hal ini masih dikaji oleh Komisi Fatwa, apakah boleh atau tidak. Hasil kajian cenderung untuk memperbolehkan karena dapat dipastikan probiotik tersebut sudah terbebas dari bahan najis mengingat sudah diencerkan ratusan ribu kali dan dimurnikan berkali-kali.
Dr Ir Mulyorini Rahayuningsih MSi , auditor LPPOM MUI Mabuk
Assalamu alaikum Wr Wb,
Kalau tidak salah, setiap yang memabukkan itu haram. Saya sering merasa mabuk ketika naik bus atau kapal laut. Apakah itu juga haram? Mohon penjelasannya. Selain itu bagi orang yang biasa minum, setenggak dua tenggak bir tidak menyebabkan mabuk. Berarti itu tidak haram? Mohon penjelasan. Terima kasih. Wassalam,
Indra
indrasalim@cbn.net Jawab:
Penyebab mabuk yang haram itu hanya berlaku pada minuman. Artinya setiap minuman yang memabukkan adalah haram. Kalau Anda naik kendaraan dan mabuk, maka naik kendaraannya tidak haram, tetapi perlu minum obat anti mabuk. Sedangkan untuk minuman yang memabukkan, ukurannya adalah takaran umum. Jika secara umum bir itu memabukkan, maka siapapun yang minum hukumnya menjadi haram. Selain itu ada kaidah lain bahwa “yang banyaknya memabukkan sedikitnya juga haram”. Oleh karena itu meskipun hanya setetes, kalau sudah menjadi khamer (minuman memabukkan), maka hukumnya adaalah haram. Kosmetika Halal
Assalamu alaikum Wr Wb,
Sebagai Muslimah, saya sering menggunakan produk-produk kosmetika untuk merawat kulit saya. Tetapi membaca artikel-artikel yang mempertanyakan kehalalan kosmetika, saya jadi ngeri. Misalnya tulisan tentang plasenta pada beberapa kosmetika. Bagaimana sikap saya sebagai pengguna kosmetika? Apakah harus meninggalkan kosmetika sama sekali? Saya ini termasuk memiliki jenis kulit kering yang kalau tidak memakai pelembab menyebabkan kulit saya kering dan mengelupas. Mohon sarannya. Terima kasih. Wassalam,
Wati
Budi Agung, Tanah Sareal
Bogor Jawab:
Memang ada beberapa kosmetika yang haram atau najis. Sumbernya adalah lemak yang dipakai, gelatin, plasenta, kolagen, dan bahan-bahan dari hewan lainnya. Tetapi tidak semua demikian. Masih banyak kosmetika yang berasal dari bahan-bahan halal. Carilah kosmetika yang berasal dari sumber lemak nabati (tumbuh-tumbuhan) dan hindarkan kosmetika yang menggunakan bahan-bahan meragukan, seperti plasenta, kolagen, gelatin, chivet, dan lemak hewani. Anda bisa mendapatkan informasi tersebut pada label kemasannya. Jika tidak ada keterangan ingredient yang dibutuhkan, sebaiknya dihindari. Anda juga bisa melihat kosmetika yang telah disertifikasi halal pada Jurnal Halal atau situs http://www.halalmui.or.id. Penulis : Dr Ir Mulyorini Rahayuningsih MSi
REPUBLIKA – Jumat, 13 Januari 2006

Antibiotik Ayam? Herbal Saja!

Kunyit hampir selalu dipakai peternak ayam organik. Maklum, “Pada manusia, kunyit dikonsumsi untuk mengatasi rasa sakit dan bengkak akibat luka, penyakit empedu atau sakit kuning, hingga rematik,” tutur Dr Hilda Ismail MSi Apt, direktur Curcumin Research Center, Fakultas Farmasi UGM. Pengetahuan dasar tentang kunyit itu menjadi dasar peternak menggunakan Curcuma domestica sebagai penguat stamina ayam.

“Ide memakai kunyit terinspirasi nenek saya yang hidup sehat hingga usia 100 tahun berkat rajin meminum air perasan kunyit,” ujar Soemini Mardihardjo, peternak ayam kampung di Bojonggede, Bogor. Penyakit mag dan liver yang diderita Soemini sembuh setelah meminum perasan kunyit saban hari. Wajar Soemini berasumsi kunyit juga meningkatkan kekebalan tubuh ayam. “Kunyit mengandung senyawa aktif kurkumin. Senyawa ini memiliki aktivitas farmakologis sebagai antiradang, antimikroba, antivirus, antikolesterol, dan sitotoksik atau menghambat sel kanker,” ujar Hilda. Terbukti, tingkat kematian ayam yang diberi ramuan herbal di Balai Penelitan Ternak, Ciawi, Bogor,turun menjadi 2% dari sebelumnya 6%.

Herbal lain umumnya berfungsi sebagai antibiotik alami bagi ayam. Contoh bawang putih dan daun sirih. Kedua bahan itu dikenal mengandung senyawa antibiotik. Sementara penggunaan temulawak dimaksudkan untuk meningkatkan nafsu makan ayam. Oleh karena itu kombinasi herbal itu dapat membuat pertumbuhan ayam optimal dengan daya tahan tubuh lebih baik. Beberapa peternak seperti Soemini menambahkan gula merah dan mikroba starter ke dalam ramuan herbal. Mikroba berfungsi sebagai probiotik untuk meningkatkan daya cerna ayam sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri patogen dalam saluran pencernaan, sementara gula menjadi sumber energi kehidupan mikroba. (Trubus)

Ayam Organik, Bisnis Menggoda Peluang Usaha Prospektif

SEMARANG (Berita SuaraMedia) – Budaya menyantap makanan organik kini sedang menjadi tren bagian dari gaya hidup sehat. Sebab, bahan makanan organik bebas dari berbagai jenis pestisida dan zat kimia yang bisa membahayakan tubuh.

Sejauh ini, jenis makanan organik lebih banyak berupa sayur mayur dan tanaman organik seperti beras organik, cabai organik, hingga kangkung organik. Belakangan, tren organik meluas hingga ke bahan makanan yang berasal dari hewan ternak seperti ayam organik.

Prasetio Yuwono, salah satu pengusaha yang telah menekuni bisnis ayam organik sejak 2008. Dia melihat masyarakat membutuhkan pasokan ayam yang sehat dan bermanfaat bagi tubuh. Bersama Gina Dyah Miranti dan Agus Hanif, anak dan menantunya, mereka melakukan penelitian dengan memelihara ayam tanpa antibiotik, vaksin, dan hormon sejak 2002.

Hasilnya, ayam organik yang dihasilkan oleh peternakannya di Desa Jeglong, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, telah lulus Laboratorium Pengujian Veteriner Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta Departemen Pertanian Ditjen Bina Produksi Peternakan.

Ayam organik produksinya dinyatakan tidak mengandung residu antibiotik erytromycin, kanamycin, tetracyclin, penisilin, logam berat Arsen, Pb (timbal), maupun Cr (crom), serta bebas virus flu burung dan penyakit New Castle.

“Seluruh proses produksi ayam bebas dari bahan kimia dan rekayasa genetika, mulai dari pengembangbiakkan sejak dari benih, lingkungan, hingga pengemasan,” paparnya saat ditemui di gerai Healthy Chicken miliknya di Jl Ngaglik Baru No 22.

Pada 2008, Prasetio mulai menjual ayam organik. Awalnya, dia hanya memasarkan ayam organik di Supermarket Gelael Citraland Mall. Kemudian secara bertahap, produksi ayam organiknya terus meningkat hingga mampu menghasilkan 1.200-an ekor ayam per minggu tiap kandang, dari enam kandang yang dimiliki.

Kenaikan produksi itu diikuti peningkatan permintaan dari beberapa kota seperti Surabaya yang mencapai 2.000 ekor per minggu, Yogyakarta 250 ekor per minggu, Bandung 1.500 ekor per minggu, dan Semarang 1.500 ekor per minggu. Maklum, ayam organik terbilang sehat dan tidak berisiko membawa penyakit. “Selain punya 5 gerai cabang di Semarang, kami sedang merintis pasar untuk Denpasar, Solo, dan Irian Barat,” katanya.

Dari bisnis ini, Prasetio mengantongi omzet lumayan besar. Hitung saja, dia menjual ayam organik Rp 38.500 per ekor. Setiap minggu, dia sanggup memasok sekitar 1.200 ekor.

Selama proses pemeliharaan, ayam diberi ramuan herbal agar sehat. Ini berbeda dari kebanyakan peternak lain yang menyuntikkan antibiotik agar ayam bebas penyakit. Tak hanya pantang dengan suntikan antibiotik dan makanan berunsur kimia, ayam juga diberi minum air isi ulang untuk menghindari bakteri E Coli.

“Kami memberikan ramuan dari 32 macam jenis herbal, yang mampu mencegah dan membasmi bakteri serta virus. Ramuan tersebut membuat ayam tahan penyakit, lebih lincah, tingkat kematian lebih rendah, dan nafsu makan bertambah dibanding ayam konvensional,” paparnya.

Berdasarkan hasil penelitian, kadar lemak ayam organik hanya 9,9%. Ini lebih rendah dari ayam konvensional yang berkisar 25%. Sedangkan kadar proteinnya mencapai 70,8%, lebih tinggi dari ayam lain yang hanya 18,2%.

Perpaduan pakan probiotik dan ramuan herbal menghasilkan ayam organik. Dagingnya diburu para pecinta kuliner sehat.

Sebelumnya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, menyelenggarakan acara Research Week 2010 di Gedung Graha Sabha Pramana di kampus itu. Dalam pameran itu diperagakan berbagai hasil penelitian dosen dan mahasiswa UGM.

Hasil riset tersebut, menurut Rektor UGM Sudjarwadi, harus bisa dimanfaatkan untuk membangun bangsa dan membawa Indonesia menjadi masyarakat yang besar.Salah satu hasil riset yang cukup menarik adalah produk daging ayam kampung organik yang dikembangkan lulusan universitas tertua di Indonesia itu. Bayu Andhika Wisnu Putra.

Mahasiswa Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan, angkatan 2004, itu adalah pemilik Peternakan Ayam Organik dan produknya telah diperkenalkan ke pasaran dengan nama Bio Natura Chicken. “Sekarang perilaku masyarakat sudah organic. Jadi, produk ayam organik ini menjadi pilihan menarik bagi pecinta daging ayam,” kata Bayu ketika dijumpai Media Indonesia di UGM, pekan lalu.la mengutarakan maksud ayam organik yang dikembangkan itu adalah tidak ada pemasukan antibiotik di dalam tubuh ayam. Tujuannya menghindari manusia mengonsumsi antibiotik.

“Jadi, ayam dipelihara dari kecil (DOC/ day old chicken) hingga panen diberikan konsumsi herbal dan pakan probiotik,” dia lulusan 2008.Ramuan pakan probiotik dan herbal, menurut dia, buatan sendiri yang diracik dari bahari tertentu untuk mendukung pertumbuhan ayam. Ramuan itu juga dilengkapi daun-daunan, seperti daun pepaya dan daun pisang. Menu herbal diberikan rutin sejak DOC hingga panen, dalam bentuk konsumsi minuman. Seperti ramuan minuman jahe ketika musim penghujan, yang berfungsi sebagai penghangat.

Selain itu, tambahnya, ramuan temu lavvak diberikan pada saat cuaca ekstrem dan kunyit untuk menambah nafsu makan. Agar nafsu makan meningkat, juga diberikan pakan daun pepaya, pisang,dan terkadang kangkung. “Ramuan herbal yang diberikan selain bisa menambah nafsu makan, juga untuk mengurangi tingkat kanibalisme ayam.”

Probiotik

Ada dua ramuan pakan probiotik yang disiapkan untuk mengembangkan ayam organik itu. Pada usia 0-4 minggu, ayam diberi makan pakan komersial (pakan pabrikan). Mulai umur lima sampai delapan minggu, menggunakan pakan ramuan pertama yang diberi nama Andhisa Gemilang Farm (AGF-sl).

Pada usia sembilan minggu sampai panen diberi ramuan pakan probiotik yang kedua (AGF-s2). Ramuan khusus itu terbuat dari beberapa bahan seperti bekatul, jagung, bungkil kedelai, tepung daging tulang, dan premik.Pola beternak memakai pakan probiotik dan ramuan herbal itu menjadikan kualitas ayam yang bagus. Tingkat kematiannya lebih rendah dan biaya produksinya relatif murah.

Ayam organik disambut baik pasar. Divisi pemasaran ayam organik, Akhmad Taufiq, berujar, dengan pola pemeliharaan probiotik dan herbal, banyak konsumen yang tertarik untuk mengonsumsi daging ayam organik itu. Bahkan, permintaan daging ayam organik itu semakin hari semakin banyak. Akibatnya, peternak tidak mampu mencukupi permintaan itu karena skala peternakan mereka masih terbatas. Jaringan pasar ayam organik sudah merambah ke masyarakat umum, perkantoran, supermarket dan perhotelan. (fn/sm/bv) http://www.suaramedia.com

Ayam Broiler

Ayam broiler adalah galur ayam hasil rekayasa teknologi yang memiliki karakteristik ekonomis dengan ciri khas pertumbuhan cepat sebagai penghasil daging, masa panen pendek dan menghasilkan daging berserat lunak, timbunan daging baik, dada lebih besar dan kulit licin, ayam broiler merupaakan ayam pedaging yang mengalami pertumbuhan pesat pada umur 1 – 5 minggu. Selanjutnya dijelaskan bahwa ayam broiler yang berumur 6 minggu sudah sama besarnya dengan ayam kampung dewasa yang dipelihara selama 8 bulan. Keunggulan ayam broiler tersebut didukung oleh sifat genetic dan keadaan lingkungan yang meliputi makanan, temperature lingkungan dan pemeliharaan. Pada umumnya di Indonasia ayam broiler sudah dipasarkan pada umur 5- 6 minggu dengan berat 1,3 – 1,6 kg

Ayam pedaging (Broiler) jenis ini telah merajai pasar ayam dalam negeri sejak sepuluh tahun terakhir, menggeser dominasi ayam kampung. Permintaan Broiler terus meingkat karena harganya lebih murah dan dagingnya lebih lembek ketimbang ayam kampung. Besarnya peluang ayam pedaging ini, tercermin dari tingginya permintaan ayam broiler biasa di Jakarta yang mencapai 800 ribu sampai 1 juta ekor per hari. agar cepat besar sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar, ayam disuntik dengan steroid, biasanya suntikan ini dilakukan pada bagian leher atau sayap, oleh karena ini pada dua tempat inilah terdapat konsentrasi steroid yang paling tinggi. Efeknya bagi hormon wanita, membuat wanita lebih rentan untuk terkena kista rahim. Dan masih banyak pengunaan zat kimia lainya untuk pertumbuhan ayam broiler sehingga menimpulkan efek negatif lainnya

Kepedulian publik pada gaya hidup sehat semakin meningkat. Budaya menyantap makanan organik yang bebas dari berbagai jenis pestisida dan zat kimia yang bisa membahayakan tubuh pun menjadi tren. Selama ini, jenis bahan makanan organik didominasi oleh makanan pokok dan sayur-sayuran. Mulai dari beras, wortel, cabe, tomat, kol, kangkung, sawi, genjer, dan lainnya. Dan belakangan ini, tren makanan organik meluas ke bahan makanan lain yang berasal dari hewan ternak. Salah satunya adalah Ayam pedaging (Broiler).

AYAM HERBAL ORGANIK

Belakangan ini kita makin sadar bahwa hidup sehat itu penting. Agar kita tetap sehat kita perlu memperhatikan makanan yang kita konsumsi. Sebisa mungkin berbagai makanan tersebut tidak mengandung bahan-bahan kimia sintetik yang apabila terakumulasi dalam tubuh kita akan berbahaya bagi kesehatan. Termasuk diantaranya dalam mengkonsumsi ayam. Fenomena yang ada sekarang terhadap ayam broiler sering kita jumpai adanya penambahan berbagai antibiotik, vaksin, hormon pemacu pertumbuhan dan juga bahan-bahan kimia ataupun vitamin sintetis lainnya. Dalam rangka mengurangi pemakaian bahan-bahan tersebut, kami telah mengadakan riset sebelumnya terhadap manfaat berbagai herbal seperti habbatussauda (jintan hitam), madu, sari kurma, Pegagan dan berbagai ekstrak tanaman lainnya terhadap ayam broiler. Sebagian herbal diantaranya habbatussauda, madu dan sari kurma memang telah diketahui memiliki efek yang sangat baik bagi kesehatan manusia. Hasil yang kami peroleh untuk pakan tambahan herbal ini jika diaplikasikan ke ayam broiler akan menghasilkan daging ayam yang lebih gurih dibanding ayam broiler biasa dan juga tidak amis, rendah lemak serta tekstur dagingnya yang lebih padat dan berwarna merah segar.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.